Senin, 26 Desember 2011

Sebanyak 1.803 guru dan kepala sekolah

. Senin, 26 Desember 2011
0 komentar

Sebanyak 1.803 guru dan kepala sekolah (Kasek) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gowa mengikuti workshop atau pelatihan untuk penerapan program kelas tuntas berkelanjutan dengan sistem kredit semester (SKS).

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Gowa Idris Faisal Kadir mengatakan, seluruh kasek wajib mengikuti workshop dan setiap sekolah wajib mengikutkan satu guru ikut dalam pelatihan tersebut. “Workshop ini segera dilakukan mengingat program sistem tidak mengenal tinggal kelas ini sudah diterapkan pada 2012,” ungkapnya, kemarin.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros

.
0 komentar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berencana menggelar acara zikir bersama pada malam tahun baru di masjid Al Markaz Maros. Hal tersebut diungkapkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Maros, Kamaluddin Nur, kemarin.

“Tidak ada perayaan yang meriah. Perayaan tahun baru masih sama dengan tahun sebelumnya. Diharapkan masyarakat ikut serta dalam kegiatan ini,” tuturnya. Kegiatan zikir bersama dimulai pada malam 31 Desember. Kegiatan ini akan dihadiri Bupati Maros H M Hatta Rahman beserta unsur muspida Pemkab Maros. Kamaluddin menambahkan, perayaan pergantian tahun tidak semestinya dirayakan secara berlebihan. Justru harus memperbanyak zikir dan doa.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Ritual tradisional

.
0 komentar

Ritual tradisional untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta tetap dipertahankan sebagian warga Kabupaten Wajo hingga saat ini.Salah satu tradisi tersebut, yakni acara mattimpa bujung Gonrange.

Ritual ini digelar sebelum warga menabur benih di sawah pada setiap musim tanam. Ritual ini selain bertujuan mendekatkan warga dengan alam yang menjadi lingkungan tempat mereka hidup,juga sekaligus sebagai ekspresi rasa syukur kepada Tuhan. Secara harfiah,mattimpa bujungberarti menimba atau menguras air sumur.Mattimpa bujung dilakukan warga Lingkungan Sarasa Kelurahan Pammana, Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo, setiap tahun.

Sumur yang airnya ditimba adalah Sumur Gonrange. Menurut salah seorang tokoh masyarakat di daerah ini,Sudirman,acara tersebut dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Yang Maha Kuasa atas keberhasilan panen yang diperoleh pada tahun sebelumnya.Dengan menggelar ritual,diharapkan keberhasilan yang sama kembali akan terulang pada tahun berikutnya.

Ritual ini dimulai dengan dilakukannya pembersihan sumur yang diberi nama Gonrange yang berarti “banyak air”. Ritual pembersihan sumur juga dimaksudkan sebagai awal memulai hidup baru untuk rencana satu tahun ke depan.Salah satu makna filosofis lain,yakni sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar pola hidup masyarakatnya sama dengan air,yakni mencari tempat yang rendah (rendah hati) dan dibutuhkan semua orang.

Ritual warga ini sudah berjalan selama ratusan tahun dan dilanjutkan dari generasi ke generasi.Masuknya peradaban modern dalam bentuk teknologi,termasuk di bidang pertanian,tidak lantas membuat warga meninggalkan kebiasaan ini.Warga tetap percaya bahwa dengan menggelar ritual itu akan memberikan manfaat,terutama bagi keberhasilan panen.

Sebagian besar warga yang mendiami Kelurahan Pammana ini merupakan petani. Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo Hasri AS mengatakan,Sumur Gonrange pada zaman dahulu dijadikan sebagai sumber air minum utama bagi masyarakat di sekitarnya. Berselang ratusan tahun kemudian, sumur ini tetap dipertahankan warga.“Sumur ini sudah ada sejak abad ke-15 dan masih terpelihara dengan baik hingga saat ini,”ujar dia.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kabupaten Bone

.
0 komentar

Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Bone mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendukung rencana pemerintah melakukan pengadaan 200 unit sepeda motor untuk kades. Desakan tersebut disampaikan para kades ini saat mendatangi Gedung DPRD Bone kemarin.Para kades yang menyampaikan aspirasi ini tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bone. Sepeda motor ini diprogramkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui RAPBD 2012 yang tengah dibahas DPRD. Ketua Apdesi Bone, A Sri Rahayu mengatakan, sepeda motor itu sangat diperlukan untuk mendukung mobilitas sejumlah kades dalam menjalankan tugasnya.

“Masih ada kades yang belum memiliki kendaraan dinas. Kami berharap mereka yang belum memiliki segera diberi,” kata dia. Rencana pengadaan motor ini memicu kontroversi di internal DPRD.Legislator yang kontra meminta itu ditunda karena menduga program itu berbau politik. Pasalnya, Bone akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) 2013.

Pengadaan motor itu dituding rawan ditunggangi kepentingan politik calon atau partai tertentu untuk mendapat dukungan para kades. Anggota Fraksi Partai Demokrasi Kebangsaan (FPDK) Alfian T Anugrah dengan tegas mengatakan,fraksinya akan mencermati pengusulan motor dinas itu agar tidak dijadikan alat kampanye. Menurut dia, pengadaan motor itu baik, hanya momennya saja yang tidak tepat karena bertepatan dengan pilkada.

“Ini yang kita patut pertanyakan mengapa menjelang pilkada baru diadakan,” katanya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Hati Nurani Rakyat (PKHNR) Achmad Sugianto mengatakan, aspirasi para kades soal motor dinas itu akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Menurut dia, pengadaan motor dengan anggaran Rp2 miliar itu belum dibahas DPRD. “Nanti kita lihat, apakah motor itu mendesak atau tidak. Masyarakat masih membutuhkan dana sehingga motor bisa ditunda tahun berikutnya,”katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bone A Irwansyah mengatakan, pengadaan sepeda motor itu hanya kebetulan momennya dengan pilkada. Rencana itu sudah diprogramkan sejak 2010, namun baru diusulkan untuk dibahas di RAPBD 2012. Terpisah, Asisten III Pemkab Bone Andi Maskul mengatakan, sepeda motor itu tidak harus diadakan tahun ini.

Jika DPRD merasa belum saatnya diadakan, maka itu bisa saja ditunda.“Pengadaan motor itu masih sebatas rencana dan akan dibahas DPRD. Jadi, tergantung DPRD, apakah menyetujui atau tidak,” kata dia. Dia juga menepis rencana itu bermuatan politik. Menurut dia,sepeda motor itu sudah menjadi kebutuhan kades yang belum mendapat pembagian motor dinas.

Wakil Ketua DPRD Bone Andi Asia Pananrangi yang menerima aspirasi kades mengatakan, pengadaan sepeda motor itu tergantung kebijakan DPRD saat pembahasan RAPBD 2012. Menurut dia, bisa saja usulan sepeda motor itu dikabulkan DPRD. “Rencana pengadaannya saat ini dalam pembahasan, kita lihat saja nanti,”jelasnya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pemerintah Kabupaten Wajo

.
0 komentar

Pemerintah Kabupaten Wajo berencana menggandeng salah satu anak perusahaan Grup Kencana,Jakarta, untuk membangun industri pupuk di Wajo. Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengatakan, perusahaan tersebut tertarik menanamkan modalnya di Wajo karena melihat besarnya potensi pertanian daerah ini. “Petani kita membutuhkan ketersediaan pupuk yang tidak sedikit.Dengan luas areal persawahan yang mencapai 87.000 hektare,sudah sepantasnya ada pabrik pupuk di Wajo,” jelas dia. Salah seorang perwakilan Grup Kencana,

Amin mengatakan, pihaknya sat ini masih menunggu hasil survei terkait seberapa besar potensi suplai gas alam yang tersedia di Wajo untuk mendukung keberadaan pabrik pupuk tersebut. Menurut dia, dibutuhkan paling tidak 20 MMBtu untuk bisa memenuhi standar operasional pabrik pupuk. “Rencananya,jikafaktor-faktorpendukungsudahsiap, termasuk kesiapan lahan dan gas,perusahaan ini akan menanamkan modal yang tidak tanggung-tanggung, bahkan hingga mencapai Rp10 triliun,”katanya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

.
0 komentar

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare Rahman Saleh mengaku sangat merespons keinginan PT Pelindo Parepare membangun terminal penumpang di Pelabuhan Nusantara Parepare. Saya kira itu iktikad yang baik dari Pelindo.Tapi sebaiknya hal itu dibicarakan denganPemerintah Kota (Pemkot).

Itu penting agar Pemkot bisa menyinerg iskan dengan perencanaanpembagunannya,” jelas dia kemarin. Rencananya, terminal pembangunan Pelabuhan Nusantara akan menggunakan desain mirip terminal bandara udara. Terminal ini menggunakan konsep modern, yakni diberlakukan sistem boarding pass kepada setiap penumpang yang hendak berlayar melalui pelabuhan ini.

Manager PT Pelindo Parepare, ArisTunru mengatakan, pembangunan terminal Pelabuhan Nusantara mutlak dilakukan sebagaisolusikonkretmengatasi kesemrawutan pelabuhan ini. Itu sekaligus mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang Pelabuhan Nusantara yang terus bertambah setiap tahun, utamanya menjelang hari raya dan liburan akhir tahun.Rencananya, anggaran terminal penumpang ini sebesar Rp3 miliar.

Asisten Bagian Pembangunan dan Kesra Pemkot Parepare Achmad Faisal Andi Sapada mengatakan, persoalan penumpang di Pelabuhan Nusantara sudah baik, hanya regulasi terkait itu yang perlu diubah. Dia justru meminta PT Pelindo memikirkan pembangunan pelabuhan kontainer.“Ada baiknya yang dibangun adalah pelabuhan kontainer agar ada penambahan pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkot,”jelas dia.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Empat kecamatan di Kabupaten Luwu Utara

.
0 komentar

Empat kecamatan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) terendam banjir, kemarin, setelah turun hujan lebat selama seharian. Empat kecamatan yang dikenal langganan banjir setiap turun hujan, adalah Kecamatan Malangke, Malangke Barat (Malbar),Sabbang dan Mappedeceng.

Di Kecamatan Malbar sejumlah rumah dan fasilitas pendidikan, seperti Sekolah Dasar (SD) Layar Putih ikut tergenang air setinggi 70 cm. Untung, pada Senin (kemarin) sekolah masih libur sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. HalserupadialamiKecamatan Sabbang. Kantor Desa Marimari ikut tergenang air setinggi 40 cm. Selain itu,Pasar Mariri terpaksa dipindahkan ke jalan raya akibat tertutup air banjir luapan sungai Sabbang.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Luwu Utara Adriani Ismail ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan secara resmi dari petugas Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan. Namun untuk sementara diperkirakan ratusan hektare sawah produkstif di empat kecamatan tersebut terendam banjir.“Saya belum menerima laporan resmi dari petugas BPP kecamatan,”katanya.

Akibat sering terkena banjir di empat kecamatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutra berencana mengalihfungsikan lahan di wilayah itu dengan menanam pohon sagu yang merupakan makanan khas di tanah Luwu. “Ada wacana Pemkab Lutra untuk melakukan alihfungsi lahan ke tanaman yang resisten terhadap genangan air,” ucapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mustamin mengatakan, pihaknya belum mengindentifikasi kerusakan akibat banjir yang melanda empat kecamatan tersebut. “Kami (BPBD) belum menerima secara rinci laporan dari kecamatan kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir ini,”ucapnya Kendati demikian, banjir ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun belum dapat ditaksir jumlah kerugian yang dialami masyarakat.

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Lutra langsung memerintahkan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di setiap wilayah untuk segera mengatasi kemungkinan penyakit yang timbul pascabanjir tersebut. “Saya sudah memerintahkan PKM untuk segera turun mengantisipasi muncul penyakit pascabanjir,” ucap Kepala Dinkes Lutra Nurhusnah. Berdasarkan pengalaman kata Nurhusnah, pascabanjir penyakit yang muncul adalah gatal-gatal dan muntaber. Karena itu masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan.

Klik disini untuk melanjutkan »»